Windows Boot Manager

Ketika menyalakan laptop/pc, biasanya sistem operasi Windows secara otomatis akan berjalan. Namun terkadang Windows Boot Manager muncul sebelum sistem operasi berjalan, sehingga kita harus memilih salah satu opsi sistem operasi yang ditampilkan.

Hal tersebut bisa terjadi secara sengaja ataupun tidak disengaja. Misalnya karena ada sistem operasi yang terpasang atau adanya kesalahan pada sistem operasi Windows.

Windows Boot Manager adalah sebuah halaman khusus yang memungkinkan user untuk memilih sistem operasi terinstal. Halaman ini hanya dapat ditemukan laptop/pc dengan lebih dari satu sistem operasi terinstal ketika berada dalam kondisi booting.

Cara Menghilangkan Windows Boot Manager yang Selalu Muncul

Kalian nggak perlu khawatir, karena Windows Boot Manager yang selalu muncul ini sebenarnya bisa kita hilangkan. Cara menghilangkannya dengan menggunakan beberapa tips berikut:

1. Setting Pengaturan MSConfig

MSConfig adalah sebuah program yang memungkinkan user dapat mengatur konfigurasi tersimpan pada Windows, baik itu program startup, service, maupun booting.

Khusus booting, di MSConfig ini terdapat pengaturan yang dapat digunakan untuk menghilangkan Boot Manager. Tepatnya, dengan mengubah nilai pada opsi Timeout. Ikuti langkah-langkah berikut:

  • Klik tombol ‘Windows + R’, lalu ketik ‘MSConfig’ dan klik ‘OK’.

Pengaturan MSConfig

  • Selanjutnya, masuk ke tab Boot, lalu cek pada kolom Timeout. Ubahlah nilainya menjadi 3 seconds. Klik Apply, kemudian klik OK.

windows boot manager

Nilai timeout tersebut berfungsi sebagai pengaturan penunda, agar user bisa masuk ke dalam Boot Manager saat booting.

Sedangkan nilai 30 tadi adalah nilai default yang sudah ada sejak Windows diinstal. Jadi, kalau sewaktu-waktu ingin membuka lagi Boot Managernya, maka kalian tinggal mengembalikan nilainya saja.

Pelajari juga: 5 Cara Mengatasi No Bootable Device Laptop/Komputer (Simple dan Aman)

2. Ubah Pengaturan Startup and Recovery

Hampir sama dengan cara menghilangkan Windows Boot Manager yang selalu muncul sebelumnya yaitu dengan mengubah pengaturan Startup and Recovery dimana hal ini masih berhubungan dengan MSConfig pada Windows.

Namun, pada halaman ini tersedia beberapa opsi lainnya. Misalnya, untuk membuat log ketika Windows mengalami crash dan sejenisnya. Berikut langkah-langkahnya.

  • Firstly, buka ‘Explorer’ lalu klik kanan pada ‘This PC’ (Computer). Kemudian klik ‘Properties’.

Pengaturan Startup and Recovery

  • Klik pada opsi ‘Advanced System Settings’ di bagian kiri, pergi ke tab ‘Advanced’ kemudian klik ‘Settings’ pada kolom ‘Startup and Recovery’.

  • Ubah setting ‘Default Operating System’ menjadi OS yang biasa kalian pakai, lalu atur opsi ‘Time to Display List of Operating Systems’ menjadi 0 Seconds. Finally, klik ‘Apply’ kemudian klik ‘OK’, lalu tutup semua jendela yang tadi dibuka.

3. Memakai Software EasyBCD

Cara menghilangkan Windows Boot Manager yang selalu muncul berikutnya yaitu dengan software EasyBCD.

Merupakan software pihak ketiga dimana pengguna dapat melakukan pengaturan booting pada Windows secara lebih lengkap.

Fitur yang ditawarkan cukup lengkap antara lain untuk mengatur konfigurasi Bootloader, mengatur BootSector, membuat Bootable USB, dan masih banyak lagi. Berikut langkah-langkah penggunaannya:

  • Download dan instal terlebih dahulu EasyBCD;

Software EasyBCD

  • Buka aplikasi EasyBCD dan pergi ke tab ‘Edit Boot Menu’. Centang ‘Yes’ pada kolom Default;
  • Atur menu Options menjadi ‘Skip the Boot Menu’, lalu klik ‘Save Settings’.

  • Jika sudah, tutup aplikasinya, kemudian coba restart laptop/pc kalian.

Pelajari Juga: 12 Cara Mengatasi Hardisk Eksternal Tidak Terbaca (Cepat dan Aman)

4. Cek apakah ada Keyboard Tertekan

Ketika ada salah satu tombol keyboard tertekan, hal tersebut akan membuat proses booting normal berubah dan berpindah ke pengaturan tertentu. Nah, dalam kondisi ini, kita bisa menyebutnya sebagai Windows Boot Manager.

Cara menghilangkannya sendiri seperti ini.

  • Cek satu per satu tombol keyboardnya, mana yang kira-kira dalam posisi tertekan.
  • Kalau ketemu, coba tekan-tekan tombolnya sampai normal lagi.
  • Atau jika memungkinkan, coba lepas dan perbaiki posisi karetnya. Jika kalian menggunakan mechanical keyboard, coba periksa switch-nya.
  • Apabila belum berhasil juga, untuk PC, coba ganti keyboardnya. Sedangkan untuk laptop, coba lepas konektor penghubung keyboard, kemudian gunakan keyboard USB eksternal.
  • Untuk menghindari kejadian yang sama, cobalah untuk lebih menjaga kondisi keyboard. Salah satunya, dengan tidak menekan tombol terlalu kuat.
  • Selain itu, jangan meletakkan beban berat di atas keyboard, serta tutup layar secara perlahan bagi pengguna laptop.

Cara Mengatasi Windows Boot Manager Saat Error

Halaman Boot Manager juga terkadang bisa mengalami error. Biasanya ditandai dengan kode tertentu, seperti status 0xc00000e, 0xc00000e9, 0xc00000f, dan lain-lain. Berikut cara mengatasi Windows Boot Manager saat error. Check this out!

1. Matikan Windows Boot Manager

  • Klik tombol Windows atau klik ikon Windows pada desktop.
  • Kemudian ketikkan command prompt, selanjutnya klik kanan Command Prompt lalu pilih Run as administrator.

Matikan Windows Boot Manager

  • Kemudian jalankan perintah “bcdedit /set {bootmgr} displaybootmenu no”. Setelah kalian menjalankan perintahnya, maka tampilan Windows Boot Manager tidak akan muncul lagi.

  • Jika kalian ingin mengaktifkan kembali Boot Manager, maka cukup mengganti perintah “bcdedit /set {bootmgr} displaybootmenu yes” kata no diubah menjadi yes.

2. Repair Windows

Windows memiliki fitur Repair yang berfungsi untuk memperbaiki kerusakan yang muncul pada sistem dan tidak terkecuali Windows Boot Manager yang error. Namun untuk membuka fitur ini, kita membutuhkan DVD instalasi.

Berikut langkah-langkahnya.

  • Masukkan DVD instalasi ke drive-nya dan atur priority pada BIOS menjadi pertama. Kemudian, boot DVD tersebut.

Repair Windows

  • Setelah masuk ke boot DVD, kalian akan dibawa ke jendela awal instalasi Windows 10, kemudian pilih “Next”. Tenang saja, disini kita tidak sedang melakukan instalasi Windows 10.

  • Setelah itu, pilih “Repair your computer”

  • Selanjutnya masuk ke menu ‘Troubleshoot’.

  • Kemudian di jendela Advanced Options.

  • Disini kita akan menjalankan perintah CMD, maka dari itu pilih Command Prompt.

  • Selanjutnya jalankan perintah ini satu per satu, tekan Enter untuk menjalankan masing-masing perintah.
  • “bootrec /ScanOS”
  • “bootrec /FixMbr”
  • “bootrec /FixBoot”
  • “bootrec /RebuildBcd”
  • “a”
  • “exit”

  • Close jendela command prompt kemudian eject DVD. Coba restart laptop dan Windows akan berjalan normal kembali.

Perintah-perintah tersebut berfungsi untuk mencari dan memperbaiki kerusakan sektor boot yang terdeteksi pada sistem secara otomatis. Cara ini juga bisa dilakukan untuk beberapa error booting lainnya, seperti No Bootable Device Found.

Lihat Juga: 14 Emulator Android Ringan Terbaik (Untuk Gamers)

3. Menggunakan Software Easy Recovery Essentials

Cara mengatasi Windows Boot Manager yang error berikutnya yaitu dengan software Easy Recovery Essentials.

Merupakan software pihak ketiga yang memungkinkan pengguna dapat melakukan pengaturan booting pada Windows secara lebih lengkap.

Fitur yang ditawarkan cukup lengkap antara lain untuk mengatur konfigurasi Bootloader, mengatur BootSector, membuat Bootable USB, dan masih banyak lagi. Berikut langkah-langkah penggunaannya:

  • Download dan instal terlebih dahulu Easy Recovery Essentials;

Easy Recovery Essentials

  • Buka aplikasi dan pergi ke “Boot Menu” dan pilih ‘CD Room Drive’;

  • Tunggu proses sedang berjalan secara otomatis.

  • Setelah proses selesai, buka Easy Recovery Essentials dan pilih “Automated Repair” klik “Continue”.

  • Pilih OS untuk melanjutkan perbaikan lalu klik “Automated Repair”.

  • Tunggu proses repair sedang berjalan. Jika sudah selesai klik “Restart”.

  • Secara otomatis Windows akan merestart dan semua kembali berjalan normal.

4. Install Ulang Windows

Jika dengan ketiga cara diatas belum bisa, cara mengatasi Windows Boot Manager saat error yang terakhir ialah dengan melakukan install ulang Windows.

Cara ini dijamin 100% berhasil, karena sistem akan diganti (replace) dengan yang baru, sehingga kerusakan apapun akan hilang seutuhnya.

Namun, perlu dicatat juga buat pastikan bahwa proses format dilakukan dengan benar. Drive sistem lama harus terhapus, supaya tidak meninggalkan error Boot Manager seperti sebelumnya.

Install Ulang Windows

Baca Juga: 26 Game PC Ringan Offline dan Online Terbaik

Pada dasarnya Windows Boot Manager bukanlah kerusakan yang berat, Halaman ini hanya dapat ditemukan pada laptop/pc dengan lebih dari satu sistem operasi terinstal ketika berada dalam kondisi booting.

Cara mengatasi Windows Boot Manager diatas adalah cara yang biasanya dilakukan ketika menemui pesan error seperti status 0xc00000e. Sekaligus cara menghilangkannya apabila pesan tersebut selalu muncul.

Leave a Comment